Posts

Showing posts from June, 2018

00:59

sudah.

22:40

Tuhan Yesus, tolong... Tolong Ruth.

00:54

Mungkin semua ini hanya imajinasi. Aku terjaga dan berpikir harus bangun dari mimpi. Kau tidak nyata dan kita tidak pernah ada. Kemarin hanyalah kebohongan.

15:41

Kau menonton filmnya tanpa aku. Semua janji bukanlah janji. Tidak ada yang pernah kau ingat tidak ada yang kau ingat. Karena memang bukan hal yang mau kau ingat. Kita letakkan saja pada akhir. Kita letakkan saja pada akhir. Selesai.

14:30

Tolong, bicarakan sesuatu. Aku tenggelam. Tenggelam dalam bising. Tenggelam.

14:13

Diam diam diam!

00:13

Oh, jangan menangis lagi, Ruth. Jangan lagi.

00:04

Bajingan. Dan kontrol diri. Kontrol diri.

21:26

Dunia ini dipenuhi masalah-masalah. Adik-adik kecil bersembunyi di balik ketegaran. Yang satu ingin buru-buru mencari uang supaya bisa keluar dari rumah, yang satu lagi cuma sesederhana ingin membantu ibunya yang sudah bertahun-tahun berjuang sendirian, yang terakhir menyesal pernah melewatkan waktu tanpa ibunya. Aku sendiri masih menyimpan kemarahan dan tahu akan membawanya sampai mati. Tapi kutolak mentah-mentah yang namanya penyesalan. Aku tidak menyesal menjadi siapa diriku, memiliki masa laluku dan mengangkut amarah yang masih membakar dada. Aku tidak menyesal melihat segalanya lebih dalam daripada yang orang lain pernah lakukan. Aku tidak menyesal menangisi hal-hal kecil dan kecewa karena kejadian-kejadian sepele. Aku tidak menyesali hatiku dan aku berdoa kepada Tuhan hati adik-adik kecil diberikan kedamaian dan kekuatan. 21:30 Aku penasaran apakah kau sudah mendarat di Jakarta. Kurindukan segala tentang kita meski aku ragu kau dan aku pernah menjadi kita.

19:26

Terkadang aku bermimpi kau menelepon dan kita bicara panjang lebar.

19:12

Aku terpapar begitu banyak suara dan gambar dunia ini. Manusia dan hatinya yang mudah bosan. Aku sendirian di bawah atap memandangi layangan terbang di langit malam. Mungkin aku tersesat dan sudah muak dengan semua kebencian ini. Dan aku tidak punya tempat pulang selain kepada Tuhan. Aku merindukanmu juga, tapi tak lagi nikmat rasanya pulang ke hati yang tidak pernah menginginkanmu. 19:14 Aku berdoa untuk perjalanan pulangmu besok. Selamatlah.

10:53

Karena aku tahu kau akan lupa mengajakku menonton Incredibles 2. Aku tahu kau melupakan segalanya. Tidak ada yang penting. Tidak ada. Dan itu menjawab segalanya. 10.54 Aku habis sudah.

10:50

Oke, pergilah.

10:39

Kurasa mari kita letakkan akhir untuk semua ini. Sepuluh tahun  sudah lewat dan telah cukup jawaban yang kau berikan. Aku merasa perlu mengatakan ini kepada seseorang. Dan mungkin itu kau. Tapi akhirnya kutuliskan saja. 10:41 Semuanya habis.

17:42

Aku menginginkan kebebesan dan seluruh cinta yang bisa dimiliki seorang wanita muda. Aku ingin menjawab semua pertanyaan dan menemukan pertanyaan baru lagi sampai aku merasa cukup mengetahui segala yang ingin aku ketahui. Andai saja kamu juga mempertanyakan tanda tanda tanya itu dan bukannya hanya menjalani semua yang sederhana dan berhenti sampai di sana. Mungkin aku yang salah. Mungkin cintaku yang terlalu besar dan penasaran. Tapi kukira kau dulu adalah sebuah dunia. Sekarang aku menemui kau bahkan tidak penasaran apa itu dunia. Aku menginginkan kebebasan. Kebebasan. 17:44 Besok menjadi akhir pekan yang panjang dan malas. Masih, aku berharap kau ada di sana juga.

23:49

Tidak ada histeria di sini. Aku merindukan hujan, salju, serta hutan. Aku merindukan malam dengan lukisan. Dengan obrolan. Tidak ada histeria di sini. Tidak ada kau juga. Aku lelah aku lelah aku ingin tidur.

23:32

Aku tidak di sini. Aku menghilang. Menghilang. Menghilang.

00:34

Kamu selalu jadi rumah dan tanggal 9 menjadi satu lagi saksi bahwa aku betah berlama tinggal. Tapi, aku masih memikirkan pergi. Aku masih memikirkan bagaimana kau justru yang tidak kerasan. Aku masih memikirkan pergi. Perjalanan hari ini membawaku banyak kedamaian.

22:21

Aku mendapatkan kasih sayang semua orang dengan usaha yang selalu kuusahakan sedikit demi sedikit. Tidakkah aku berhak untuk diusahakan juga?

07:42

Air mata yang kutuliskan di hari ulang tahun kemarin sulit sekali dilupakan. Kira-kira sampai mana aku bisa bilang bahwa semuanya oke?

07:48

Kita berikan lagi kesempatan untuk hidup hari ini. Mari.

06:53

Kau tidak pernah membelaku. Begitu pun dengan semua orang lain. Aku ragu kau akan pernah membela seseorang, sama seperti aku tak yakin pernah cukup untuk berhak akan sebuah pembelaan. Aku tidak pernah cukup. 06:55 Aku harus bangun dan bekerja. Kembali aku bertanya, adakah hal baik yang cukup baik kulakukan? Untuk apa aku hidup?

23:28

Aku ingin menyerah pada segalanya. Tolong, biarkan saja begitu.

23:24

Mereka pikir semua ini lucu? Memang perasaanku cuma lelucon. Masih 23:24 Aku menangis.

23:15

Aku membenci dunia dan aku tahu dunia juga begitu kepadaku. Hidup ini menakutkan dan aku mencari-cari helm yang bisa melindungiku untuk melaluinya. Bagaimana jika aku terjatuh? Bagaimana jika kepalaku berdarah dan terkoyak dan aku tak lagi bisa bangun? Orang-orang ini meremas-remas hatiku dengan penuh semangat. Datang dan pergi sesuka inginnya. Tertawa-tawa untuk hari-hari gelap yang kulalui dan bertingkah seolah aku yang salah. Dan oh, memang aku menyalahkan diri. Setiap hari. 23:18 Seprai kamarku berwarna terang dan kupeluk boneka beruangku erat-erat. Aku mengingatmu dan merindukanmu. Aku berhenti merasa untuk orang yang pernah kupanggil sahabat, dan aku menerka-nerka kapan pula aku akan berhenti merasa untukmu. Untuk semua orang. Aku ingin menghilang.

23:11

Aku tidak pernah menjadi favorit bagi diri sendiri. Meski hari-hari kuumbar dengan kalimat terima dirimu apa adanya , banyak malam kuhabiskan bertanya apakah bisa bertukar tempat dengan orang lain. 23:12 Pekerjaan masih banyak, malam masih panjang, dan masih enam hari lagi sebelum kita bisa jalan sama-sama. Aku membenci diriku pagi ini, dan menerimanya kembali waktu tertawa denganmu pada matahari terik. Selamat hari Minggu.